Keuntungan menjadi guru tahfidz
@ Zen · Kamis, 10 September 2020 · 2 menit membaca · Diupdate pada Kamis, 10 September 2020

Daftar isi

Apa yang membuat tugas sebagai guru tahfidz sangat diidamkan?

Menghafal Quran itu bisa dilakukan sejak SD. Atau, bisa juga sejak SMP. Sejak SMA pun juga bisa. Intinya, mau kapan pun kamu memulainya, no problem.

Namun, yang menjadi masalah adalah kapan kita bisa menjaganya?

Ketika masih bersekolah di pondok pesantren tahfidz, sangat banyak waktu yang tersedia. Atau, jika hanya sedikit saja waktu tersedia karena berbagai aktivitas kepondokan, kita masih tetap memiliki semangat untuk mengulang-ulang kembali hafalan Quran yang telah dimiliki. Masalah muncul saat kita lulus dari pondok pesantren tahfidz. Jika kita melanjutkan kembali ke pondok pesantren tahfidz Quran, itu nggak masalah. Tapi, kalau melanjutkannya di tempat lain?

Bagaimana dengan hafalan-hafalan Quran kita?

Mungkin, saat di pondok pesantren dulu, kita sempat berpikir seperti ini, “Ah, enak ya kehidupan di luar sana, ada begitu banyak waktu yang tersedia. Kayaknya bisa tuh aku sehari murajaah lima juz.” Tapi, kenyataannya saat sudah lulus dari pondok pesantren, di manakah waktu yang kosong itu? Atau, ketika waktu kosong itu ada, di manakah semangat dalam memurajaah hafalan yang telah kita hafalkan?

Maka, salah satu solusi dari menjaga hafalan yang sudah ada adalah dengan menjadi guru tahfidz. Mengapa menjadi guru tahfidz adalah solusi? Pertama, ada waktu yang banyak untuk memurajaah hafalan Quran. Misalnya saja di saat menunggu iqomah setelah adzan, saat menunggu santri-santri menyetorkan hafalannya, di saat setelah shalat fardhu, dan berbagai waktu-waktu lainnya yang susah didapatkan jika kita bekerja pada umumnya.

Lalu, manfaat berikutnya adalah adanya semangat untuk kembali memurajaah hafalan yang telah dimiliki. Kalau menurutku, percuma aja sih waktu yang banyak kosong namun kitanya sendiri nggak ada semangat buat mengisinya dengan hafalan Quran. Ya jadinya nggak ngapa-ngapain gitu. Nah, kalau misalnya kita jadi guru tahfidz, tentunya ada dorongan dalam diri buat memurajaah hafalan Quran kita.

graph LR a(Guru tahfidz) --> b(Banyak waktu) & c(Semangat)

Dorongan yang membuat kita untuk memurajaah hafalan itu bukan karena ingin pamer atau ingin dilihat bahwa kita mutqin dalam hafalan ya. Melainkan kita ikut dapat semangat saat santri-santri kita begitu rajinnya dalam menghafalkan Quran; memanfaatkan setiap waktu yang ada, mengulang-ulang ayat yang terasa susah dihafal, wajah berseri di saat bertemu dengan ayat yang mudah, merenungi setiap ayat yang berbentuk kisah (misalnya aja surat Yusuf).

Nah, dengan melihat betapa semangatnya santri kita dalam menghafal, otomatis kan, kita juga jadi semangat dalam menghafal Quran dan senantiasa seperti ingin menjalani kehidupan bersama Quran.

Atribusi

Photo by the dancing rain on Unsplash

Tulisan lainnya

Link Medsos